Berbagi Kebahagian di Bulan Ramadhan Bersama Adik – Adikku yang Hebat

HEADER

Ramadhan selalu dirindukan kehadirannya oleh seluruh umat muslim di dunia termasuk kita. Salah satu bulan yang penuh dengan keberkahan dan limpahan pahala menjadi semangat umat muslim berlomba – lomba dalam kebaikan. Meningkatnya semangat beribadah umat muslim dipicu oleh keutamaan bulan suci Ramadhan. Allah SWT telah menjanjikan pahala dan keberkahan yang berlipat ganda sekecil apapun ibadah yang dijalankan oleh hamba-Nya. Ada lagi keutamaan lainnya seperti:

Kehadiran bulan ramadhan tahun ini juga aku sambut dengan riang gembira walaupun sebenarnya ada kesedihan yang menyertainya. Tahun ini aku harus rela menghabiskan tiga minggu puasa di kota perantauan yaitu Yogyakarta. Aku harus bertahan di kota Pelajar ini karena aku harus menyelesaikan beberapa kewajibanku yaitu ujian akhir semester. Puasa biasanya aku di rumah bersama dengan orang tua, tapi tahun ini aku habiskan dengan teman – temanku yang nasibnya mirip denganku. Walaupun begitu aku ikhlas menjalaninya karena pasti ada hikmah dibalik semua ini. Menjalankan puasa di kota perantuan ternyata menyenangkan sekali karena di sini aku memiliki banyak keluarga baru salah satunya adalah keluarga relawan pengajar pondok yatim dan duafa qurrota’ayyun. Pondok ini terletak di Jalan Kaliurang KM 8,3 Sleman, Yogyakarta. Aku bergabung di keluarga ini di awal tahun 2017. Di pondok ini dihuni oleh total 30 anak yatim dan dhuafa. Mereka terdiri dari laki – laki dan perempuan yang aku sendiri lupa detailnya jumlah masing – masing. Mereka ada yang SD kelas 1 hingga kuliah.

Aku ingat betul pertama kali bertemu Abi dan Umi – sepasang suami istri yang mengurus pondok- saat menyambut aku dan teman – teman di sini. Abi menceritakan bagaimana perjuangan beliau membawa adik – adik ke Yogyakarta. Adik – adik yang tinggal di pondok ini merupakan anak dari keluarga yang kurang mampu yang tinggal di luar kota. Kondisi perekonomian keluarga yang memprihatinkan membuat adik – adik terancam tidak bisa melanjutkan sekolah. Namun, berkat kerjasama antara abi dan teman – temannya, mereka akhirnya bersedia meninggalkan orang tua di kampung dan belajar di Yogyakarta. Mereka tinggal di pondok qurrota’ayyun dan bersekolah gratis di Yogyakarta. Abi menceritakan keadaan mereka di sini. Di saat anak – anak lain di luar sana diantar sekolah oleh orang tuanya dan diberikan fasilitas yang lengkap, mereka harus berjuang untuk hidup mandiri tanpa kasih sayang orang tua. Adik – adik di pondok ini memang tinggal dan bersekolah gratis, tapi diusia yang masih kecil seperti ini aku tidak bisa membayangkan hidup jauh dari orang tua. Dari cerita ini Abi kemudian berpesan kepada kami agar sabar mendidik adik – adik kalau mereka sedikit nakal itu hanya salah satu bentuk mereka untuk mencari perhatian dari kami. Abi juga berpesan agar kami bisa menjadi kakak bagi mereka dan menganggap mereka sebagai adik sendiri.

Di rumah inilah mereka tinggal bersama saling berbagi dan saling menyayangi walaupun mereka bukanlah saudara kandung. Di dalam rumah ini ada beberapa kamar. Di setiap kamar diisi oleh 5 – 10 anak dengan kasur dan fasilitas seadanya. Mereka hidup bergantung dari aliran dana dari para donatur. Fasilitas lain adalah aula yang cukup luas. Di aula pondok inilah kami mendampingi mereka belajar dan menyelesaikan PR setiap sore. Saat pertama kali bertemu mereka rasanya canggung sekali, terbesit rasa iba di hati kami. Tapi, perasaan itu hanya sementar karena kebahagiaan mulai kami rasakan ketika mereka menerima kami sebagai kakak mereka. Karena kedekatan kami, kadang mereka suka usil menyembunyikan sandal kami misalnya, tiba – tiba curhat masalah pribadi dan bahkan saat waktu belajar sudah selesai kami tidak boleh pulang. Rasa kekeluargaan inilah yang membuat kami sangat terharu dan merasa seakan – akan mereka adalah adik kandung kami.

Untuk itulah kami relawan pengajar berinisiatif membuat kegiatan di luar jam belajar. Misalnya saja relawan laki – laki patungan menyewa tempat futsal dan mengajak adik – adik bermain futsal bersama. Kalau yang perempuan kadang datang ke pondok bikin puding atau memasak bersama. Inilah potret kedekatan kami.

ayee

Sejak awal tahun hingga bulan ramadhan tiba kami sudah menjadi keluarga selama kurang lebih lima bulan. Mumpung ini bulan yang sangat indah, kami para relawan pengajar mempunyai ide untuk mengadakan acara bersama adik – adik, yaitu berbagi untuk menginspirasi. Acara ini disusun untuk bersenang – senang dan saling mengakrabkan diri serta saling berbagi kebahagian bersama adik – adik kami. Berbagi di bulan ramadhan sangat dianjurkan karena Allah SWT akan melipat gandakan pahala hamba-Nya yang bersedekah di bulan baik ini. Selain itu, ada juga manfaat lain dari bersedekah yaitu:

manfaat sedekah

Karena manfaat bersedekah inilah kami tidak ingin melewatkannya. Kami mengemas acara bagi – bagi kebahagian bersama adik – adik dengan acara yang menarik. Seperti sebuah acara pada umumnya, kami para relawan beserta abi dan umi mengadakan rapat untuk menentukan acara apa saja yang akan diadakan nantinya. Rapat ini berlangsung di aula pondok dan pada sore hari sambil ngabuburit bersama. Total dari perumusan ide hingga persiapan selesai hanya satu minggu mengingat ini bulan puasa banyak relawan dan adik – adik yang harus segera mudik.

Kado yang kami berikan kepada adik – adik berupa alat tulis dan pakaian muslim pantas pakai yang kami kumpulkan dari para relawan dan para donatur. Alat tulis ini sebagai bentuk motivasi bagi adik – adik supaya semakin giat belajar, untuk pakaian muslim supaya bisa mereka pakai saat lebaran di kampung halaman mereka. Alhamdulillah sekali banyak donatur yang menyumbangkan pakaian muslim pantas pakai. Seminggu persiapan kami sibuk sekali menyortir pakaian, membungkus kado, menentukan permainan dan sebagainya.

Pada hari H acara berjalan lancar. Acara ini diisi dengan pengajian dari salah satu ustad di pondok, berbagi kado dari kakak relawan kepada adik – adik dan dilanjutkan foto bersama. Acara ini berlangsung pada hari Sabtu, 10 Juni 2017 di pondok Qurrota’ayyun dari siang hingga sore menjelang berbuka puasa. Aku pribadi benar – benar bangga menjadi bagian dari keluarga ini karena aku tidak hanya mendapatkan keluarga baru yang begitu menginspirasi, tetapi aku juga banyak belajar dari kehidupan adik – adikku di sini. Walaupun mereka jauh dari orang tua, mereka harus hidup dengan keterbatasan harta benda, tapi mereka bisa hidup mandiri sejak kecil, tidak pernah mengeluh dan berputus asa. Mereka justru selalu ceria dan selalu bersyukur atas apa yang mereka dapatkan saat ini. Terima kasih adik – adikku sayang karena kalian mengajarkanku bagaimana caranya bersyukur dengan apa yang telah Allah SWT berikan kepadaku. Semoga setelah libur ramadhan kita bisa berjumpa lagi.

Sejujurnya aku dan teman – teman ingin sekali membagikan pakaian muslim yang masih baru kepada mereka, tetapi karena keterbatasan dana dan waktu kami hanya bisa memberikan mereka pakaian muslim pantas pakai yang kondisinya masih bagus. Semoga saja di kesempatan berikutnya aku dan teman – teman bisa mewujudkan mimpi ini supaya adik – adik semakin riang gembira menyambut lebaran dengan baju baru.

Ngomong – ngomong soal baju muslim untuk lebaran atau untuk acara lainnya kamu bisa belanja di elevenia.

Belanja melalui elevenia kamu akan mendapatkan pengalaman berbelanja dengan platform open marketplace dengan sistem transaksi pembayaran yang dijamin keamanannnya. Elevenia memberikan solusi pembayaran menggunakan
Escrow System. Begini gambarannya :

Belanja di elevenia memudahkan kamu untuk menentukan produk baju muslim yang bervariasi dan pastinya dengan diskon yang menggiurkan.

Kamu bisa pilih Рpilih baju kesukaanmu disini. Selamat libur lebaran jangan lupa untuk terus bersedekah yaa.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s